Detail Cantuman Kembali

XML

STUDI IN SILICO DAN HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS 22 KANDUNGAN SENYAWA TANAMAN MANGROVE API-API PUTIH (Avicennia marina (Forssk.) Vierh.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus


ABSTRAK
STUDI IN SILICO DAN HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS 22 KANDUNGAN SENYAWA TANAMAN MANGROVE API-API PUTIH (Avicennia marina (Forssk.) Vierh.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus
Nusaibah Romadhoni
Wilayah Asia Pasifik memiliki beban penyakit infeksi tertinggi dimana Bakteri paling umum penyebab infeksi di rumah sakit dan masyarakat adalah Staphylococcus aureus. Antibiotik memiliki peranan penting dalam penanganan pembunuhan bakteri penyebab terjadinya infeksi serta penggunaan antibiotik yang irrasional menimbulkan peningkatan resistensi antibiotik di indonesia. Pada penelitian ini dilakukan studi in silico dan hubungan kuantitatif struktur aktivitas (HKSA) dari 22 kandungan senyawa dari Avicennia marina (Forssk.) Vierh. sebagai antibakteri terhadap staphylococcus aureus. Tujuannya adalah mengetahui hubungan struktur, sifat fisikokimia terhadap aktivitas (rerank score), bioavailabilitas (F), toksisitas (LD-50) dan farmakokinetik. Program yang digunakan dalam memprediksi adalah pkCSM-Pharmakokinetic (farmakokinetik), SwissADME (bioavailabilitas, sifat fisikokimia), Molegro Virtual Docker (aktivitas) dengan reseptor yang digunakan adalah D-ala-D-ala ligase (kode PDB: 3n8d). Senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik yaitu verbacoside dengan perolehan nilai rerank score (-128,481), toksisitas (2,683 mol/Kg), VDss (0,897 log L/kg) yang lebih baik dibandingkan dengan Vankomisin. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan kuantitatif struktur linier dan nonlinier, sifat fisikokimia (sifat lipofilik, elektronik dan sterik) dari 22 kandungan senyawa dari Avicennia marina (Forssk.) Vierh. terhadap prediksi aktivitas, bioavailabilitas, toksisitas dan farmakokinetik secara in silico sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dinyatakan melalui persamaan terbaik sebagai berikut:Rerank score = - 0,697 ClogP2 + 9,234 ClogP + 0,298 Etotal - 0,097 MW - 104,325 (n = 23, r = 0,828, SE = 8,7555581, F= 9,793, Sig.= 0,000); Rerank score = - 0,697 ClogP2 + 10,217 ClogP + 0,297 Etotal - 3,846 CMR - 105,535 (n = 23, r = 0,828, SE = 8,7555581, F= 9,793, Sig.= 0,000); Absorpsi = - 1,253 ClogP2 + 16,483 ClogP + 0,146 Etotal - 0,076 MW + 64,276 (n = 23, r = 0,960, SE = 9,954000, F=53,120, Sig.= 0,000); Klirens total = 0,003 tPSA - 0,721 ELUMO - 0,046 CMR - 7,375 (n = 23, r = 0,955, SE = 0,291974, F = 64,940, Sig.= 0,000); VDss = Y = 0,003 tPSA - 0,363 (n = 23, r = 0,431, SE = 0,458601, F = 4,795, Sig.= 0,040); Toksisitas = 0,034 ClogP2 - 0,267 ClogP + 0,479 ELUMO - 0,001 MW + 8,340 (n = 23, r = 0,859, SE = 0,286296, F=12,698, Sig.= 0,000); Bioavailabilitas = 5,278E-6 tPSA2 - 0,003 tPSA + 0,000 Etotal + 0,679 (n = 23, r = 0,885, SE = 0,11244, F = 17,158, Sig.= 0,000)

Kata Kunci : in silico, HKSA, Avicennia marina, antibakteri, Staphylococcus aureus

Romadhoni, Nusaibah - Personal Name
6B.S-Far Rom s 15-18
NONE
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2018
Surabaya
xvi, 296p.; ill.; tab.; 30cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...